Tuesday, 02 September 2014 17:09

Jokowi-JK Diharapkan Galakkan Program Padat Karya

Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute for Developemnt of Economics and Finance (Indef) Aviliani harapkan pemerintahan mendatang Joko Widodo - Jusuf Kalla ggalakkan program padat karya.

 "Padat karya dapat menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat mendorong banyaknya tenaga kerja padat karya agar ada jaminan untuk pemasukan pekerja informal," kata Aviliani di Jakarta, Senin (1/9).

Menurut dia, tenaga padat karya dapat berikan ketahanan ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah. Padat karya ini juga diyakini dapat memangkas kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

"Yang penting kesinambungan bekerja mereka terjaga. Padat karya perlu ditempuh. Salah satu contoh yang patut ditiru adalah program padat karya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil."

"Dengan adanya rencana penaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah harus fokus untuk mendorong terciptanya tenaga kerja padat karya. Dengan kata lain, bukan memfokuskan diri untuk mendorong usaha padat modal."

Aviliani mengatakan gerakan padat karya akan membantu penduduk Indonesia terutama yang hanya menempuh pendidikan tingkat dasar.

"Rata-rata pekerja itu tidak punya kemampuan banyak karena hanya berpendidikan sekolah dasar. Setidaknya ada 60 juta orang merupakan buruh yang tidak memiliki skill. Mereka perlu ditingkatkan kemampuannya agar tetap bisa padat karya," kata Sekretaris Komisi Ekonomi Nasional itu.

Padat karya sendiri merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Pendek kata, upaya ini adalah pendayagunaan tenaga manusia dalam jumlah besar.

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Pengembangan industri padat karya dinilai tepat karena pada saat ini Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang tidak berketrampilan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

"Padat karya ini sangat populer di era pemerintahan Presiden Soeharto. Nilai-nilai baiknya perlu ditiru oleh pemerintah di masa sekarang dan mendatang," katanya.

 

Sumber: Antara

Read 5875 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top