Tuesday, 26 April 2016 00:00

Cara Kodam XVI/Pattimura Meredam Gerakan Separatis Di Maluku Featured

Written by  AGS
Rate this item
(1 Vote)

suarahatirakyat.com -Cara Kodam XVI/Pattimura Meredam Gerakan Separatis Di Maluku . (Aboru, 25/4). 
Kodam XVI/Pattimura menggelar kegiatan sosial kesehatan di Desa Pelauw dan Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah pada tanggal 22 s.d 25 April 2016 dalam rangka HUT Kodam yang jatuh pada tanggal 15 Mei medatang. Pemilihan lokasi tersebut merupakan kebutuhan dan permintaan masyarakat kepada Pangdam XVI/Pattimura, Mayjend TNI Doni Monardo saat melakukan kunjungan pertama kali di Desa  Aboru dan Desa Pelauw pada 5 Desember 2015

Desa Aboru merupakan salah satu dari 7 negeri yang berada di Pulau Haruku dan memiliki jumlah penduduk 2.043 jiwa dan 617 kk dikenal sebagai basis kekuatan kelompok yang menamakan dirinya RMS. Setiap tanggal 25 April di Desa tersebut sering terlihat pengibaran bendera RMS yang dikibarkan oleh oknum masyarakat setempat, setiap ada kunjungan Pejabat pemerintah ke Desa tersebut, tetapi tidak pernah ada warga yang ditangkap akibat pengibaran bendera “benang raja”  tersebut. Petugas setiap kali hanya bisa menurunkan dan berharap tidak ada warga yang bersimpatik lagi kepada kelompok tersebut.

Desa Aboru menjadi kembali terkenal sejak peristiwa “Tari Cakalele” saat pembukaan perayaan Hari Keluarga Nasional  yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juli 2007, dimana hampir semua pelakunya merupakan warga Aboru.

Disisi lain, Stigma “RMS” menjadikan desa Aboru kurang tersentuh dari program pemerintah yang menyebabkan pembangunan sarana prasarana sangat minim, seperti pelayanan kesehatan, dermaga dan sekolah.

Pangdam XVI/Pattimura yang berkesempatan menghadiri kegiatan Bhakti Sosial di Desa Aboru tanggal 25 April 2016, selain melihat langsung pengobatan yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Kodam juga memberikan bantuan Keramba dan Bibit ikan kepada perwakilan masyarakat yang diterima oleh pejabat negeri Aboru, Bapak Jhon Riry yang disaksikan masyarakat di Balai Desa Aboru serta Kepala Dinas Perikanan Provinsi Maluku yang  mewakili  Gubernur, Dr. Romeos Far Far dan Ketua Persekutuan Gereja Wilayah Maluku, Bapak ,Pdt. Jhon Ruhulesi Sth, M.Si.

Bantuan tersebut merupakan salah satu program "Emas Hijau dan Emas Biru" yang terus digalakkan sebagai wujud kepedulian Kodam dalam membantu meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.

Selain itu, Kodam memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk menjadi militer. Ada tiga orang putra Aboru dari lima orang yg ikut seleksi calon Tamtama TA. 2016 yang lolos mengikuti pendidikan di Rindam XVI/Pattimura. Masuknya putra Aboru mengikuti pendidikan militer merupakan kali pertama sejak 1999. 

Kini, Brandon Hendrik, Polipus Riry dan Berto Akihari merupakan putra daerah Aboru sedang mengikuti pendidikan Catam TA 2016 di Rindam XVI di Suli, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Hal ini juga merupakan kebijakan Kodam dalam mewadahi putra daerah untuk menjadi militer sebagaimana  yang disampaikan Pangdam, Mayjend TNI Doni Monardo dalam setiap kesempatan bersilaturahmi dengan masyarakat. "Kodam sudah mengalokasikan 80 % setiap werving, khusus untuk putra daerah bahkan bisa lebih bila hasil seleksi putra daerah lebih baik seperti seleksi Catam TA 2016 " kata Pangdam saat memberikan sambutan di Aboru (Senin, 25/4)

“Ini merupakan hal yang baik bagi kami disini tidak lagi merasa dikucilkan pemerintah karena dianggap partisan RMS yang sebenarnya tidak semua warga mendukung kelompok itu”, kata ibu Rachel (64) yang cucu perempuannya kelas 2 SMA bercita cita ingin menjadi tentara.  Ditempat yang sama,   Martha (73)  menambahkan "Kami ingin hidup tenang dan aman serta diperlakukan sama dgn daerah lainnya". (Pendam16)

(editor; SGTcon)

Read 11221 times Last modified on Tuesday, 26 April 2016 16:29

10618 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top