Saturday, 02 April 2016 00:00

Calon Figur Yang Tepat Ir. Hasanuddin Rumra, M.Si Untuk Membangun Maluku Tenggara Periode 2018 Mendatang Featured

Written by  IL
Rate this item
(0 votes)
JAKARTA- (SUARAHATIRAKYAT.COM) Ketika setiap orang baik dalam statusnya sebagai individu maupun kelompok selalu menginginkan perubahan. Mungkin satu hal yang harus kita ingat bahwa makna dari kehidupan adalah pergerakan.
 
Sebuah perubahan yang kita dambakan tidak akan terwujud manakala kita diam dan berpangku tangan. Perubahan bukan sekedar niat dan tekad tapi dibutuhkan langkah pasti untuk mewujudkannya.
 
Berangkat dari makna perubahan dan pergerakan itulah sehingga kami tampil untuk menunjukkan kepada setiap mata yang memandang, semua telinga yang mendengar serta setiap mulut yang berbicara bahwa dari sudut bumi yang jauh ini kami hadir dengan niat dan upaya untuk menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
 
Apalagi dengan tuntutan dari daerah tercinta ini, maka satu tekad dari kami yakni BERGERAK DEMI PERUBAHAN MALUKU TENGGARA. Hari ini mungkin kami hanya bisa maju selangkah, namun satu langkah bagi kami lebih berarti karena semua itu demi perubahan. 
 
 
Ketika setiap orang baik dalam statusnya sebagai individu maupun kelompok selalu menginginkan perubahan. Mungkin satu hal yang harus kita ingat bahwa makna dari kehidupan adalah pergerakan.
 
Sebuah perubahan yang kita dambakan tidak akan terwujud manakala kita diam dan berpangku tangan. Perubahan bukan sekedar niat dan tekad tapi dibutuhkan langkah pasti untuk mewujudkannya.
 
Pangan untuk Energi, teknologi mengikuti perkembangan peradaban manusia sehingga semua kehidupan dilakukan dengan menggunakan teknologi dan yang menggerakkan teknologi adalah sumber daya energi yang berasal dari alam, kini energi dari alam Sdh berkurang sehingga perlu energi terbaharukan yang bersumber dari hayati, sejak zaman peradaban sumber daya hayati di gunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia sebagai energi untuk bergerak, berpikir secara produktif.
 
Saat ini kita diperhadapkan dengan 2 (dua) kebutuhan mendasar yaitu:
1. Pangan dan 2. Energi semuanya bersumber dari sumber daya hayati yang bisa di perbaharui, hal ini memerlukan manejemen dan kebijakan politik pangan yang terarah, jika tidak maka salah satunya akan mengalami disintegrasi yang mengakibatkan terjadinya gejolak sosial, ekonomi dan politik di masyarakat.
 
Oleh sebab itu ada kebijakan politik pangan yang segera di lakukan Pemerintah antara lain:
1. Kelembagaan pangan nasional yang mengatur kebijakan pangan, regulasi sumber pangan.
2. Kementerian Pertanian mengurus budidaya yang fokus pada PAJALE, ternak dan sebagian komoditi perkebunan.
3. Komoditi ubi-ubian, sebagian komoditi perkebunan di kelola untuk kebutuhan energi.
 
Pelaksanaan produksi pertanian PAJALE di fokuskan pada 17 daerah sentra produksi dan wilayah timur yang memiliki potensi ubi-ubian di arahkan untuk produksi bahan baku etanol dengan menggunakan teknologi moderen dengan kebijakan ini maka kita harapkan kebutuhan pangan dan energi dapat berjalan dengan baik di negeri ini.
 
ARTINYA APA YANG TIDAK MUNGKIN, SEMUA YANG KITA PIKIRKAN AKAN MUNGKIN TERJADI KETIKA KEMAUAN ITU MASIH MENGEJAR KITA!!!
 
Pengalaman kami membangun desa Mandiri Pangan sejak tahun 2006-2015 sebanyak 3.000 desa dari Sabang sampai Merauke, dengan karakteristik wilayah dan masyarakat yang berbeda tapi kami mampu menekan kemiskinan dan meningkatkan KESEJAHTERAAN Masyarakat di seluruh pelosok tanah air.
 
Sehingga saya yakin jika saya di percaya oleh masyarakat Maluku Tenggara untuk membangun Maluku Tenggara (Malra) kedepan yang jumlah Ohoi/desa hanya 190 Ohoi/desa, bisa dapat kita sejahterakan dalam waktu hanya 5 lima tahun, masyarakat bisa SEJAHTERA dan MANDIRI dalam EKONOMI kerakyatan.
 
Strategi membangun desa di bagi dalam 5 tahap yaitu:
1. Tahap persiapan.
2. Tahap penumbuhan.
3. Tahap pengembangan.
4. Tahap kemandirian dan
5. Tahap existrategis yang setiap tahapan pembangunan pedesaan di fokuskan pada subsektor tertentu untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.
 
(IL/Suarahatirakyat.com)
Read 21812 times

47112 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top