Sunday, 15 May 2016 00:00

Kubu Caketum Airlangga Puji Netralitas Presiden

suarahatirakyat.com - Kubu calon ketua umum (caketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto (AH) memuji pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (14/5) malam. Dalam pidatonya, Jokowi menyatakan netral dalam pemilihan ketua umum (ketum) PG.

"Kami apresiasi pidato Pak Jokowi. Apa yang disampaikan sangat jelas sikapnya. Beliau mengatakan tetap berada di Jalan Merdeka Utara. Artinya beliau netral," kata Ketua Tim Pemenangan AH, Melcias Marcus Mekeng di sela-sela penyelenggaraan munaslub.

Mekeng menjelaskan dengan pidato Presiden Jokowi pada pembukaan sudah sangat jelas dan terang-benderang bahwa tidak ada lagi yang mengkalim mendapat restu presiden. Dia berharap tidak ada lagi perbuatan pencatutan dukungan atas nama presiden untuk mendapatkan dukungan dari pengurus daerah. Jokowi sudah tegas mengatakan tidak mendukung siapa-siapa.

"Kepada pemilik suara, kami berharap tidak usah takut dengan ancaman dan intervensi. Tidak usah percaya dengan klaim dapat restu dari presiden. Pidato Presiden Jokowi sudah sangat jelas tidak mencampuri urusan Golkar," tutur anggota Komisi XI DPR ini.

Dia juga meminta Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) agar bertindak sebagai pembina politik. Tugas itu harus dijalakan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan.
Jika memang LBP punya calon yang didukung, tidak usah diumbar ke publik, apalagi sampai mengarahkan pilihan kepada calon tertentu. 

"Bersikap saja di tengah seperti Bapak Presiden. Kalau ada pilihan, ya dalam hati saja. Itu baru benar supaya proses demokrasi di tubuh Golkar bisa berjalan demokratis dan terbuka," tutur mantan ketua Banggar DPR ini.

Sebelumnya, Jokowi dalam pidatonya menyampaikan sikapnya terkait pemilihan ketum Golkar. Jokowi mengatakan tidak mendukung siapa-siapa dan tidak ke mana-mana.

"Saya mau bicara blak-blakan terkait apa yang berkembang dengan Golkar. Banyak yang bertanya dan komplain kenapa menko polhukam mengumpulkan DPD-DPD. Saya jawab, Pak Luhut itu kan pernah di Dewan Pertimbangan Golkar," ujar Jokowi.

Selain terhadap langkah Luhut, banyak pihak juga bertanya mengapa Wakil Presiden Jusuf Kalla juga ‎mengumpulkan sejumlah pengurus daerah (DPD). "Saya jawab, kan dulu ketua umum, jadikan enggak apa-apa. Ada lagi yang tanya, Istana ada di mana. Ya saya jawab, di Jalan Medan Merdeka Utara," ujarnya.

"‎Kalau mau jawab, jawaban saya apa. Setiap ke daerah selalu tanya Bapak dukung siapa? Yang jelas kalau bertanya, sekarang saya ada di Munaslub Golkar. Jangan tanya lagi, jawabannya ya itu," tandasnya.

 

 

(e.SGT)

Read 358 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top