Sunday, 01 May 2016 00:00

ULMWP HANYA PROPAGANDA BOHONG

suarahatirakyat.com, -London- Kabar mengenai kehadiran sejumlah pemimpin negara-negara Pasifik untuk menghadiri pertemuan Parlemen Internasional untuk Papua (International Parliamentarians for West Papua/IPWP) di Westminster, London terus dipantau oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia. 

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya, Rizal Sukma memastikan acara tersebut bukan diselenggarakan oleh Parlemen Inggris, melainkan hanya oleh segelintir anggotanya saja.

"Pemerintah Inggris juga telah menegaskan dukungannya terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red.)," kata Rizal Sabtu, 30 April 2016.

Laporan situs berita radio Selandia Baru, RadioNZ, Jumat, 29 April 2016 menyebut Perdana Menteri Tonga Akilisi Phovia dan Menteri Pertanahan Vanuatu Ralph Regenvanu dan wakil-wakil dari Gerakan Pembebasan Papua Barat Bersatu (United Liberation Movement for West Papua/ULMWP) akan menghadiri pertemuan dua hari yang digelar mulai 3 Mei 2016 itu.

Koordinator Fungsi Politik KBRI London, Dindin Wahyudin, memastikan acara itu bukan diselenggarakan pihak parlemen Inggris, melainkan individu di antara sekian ratus anggota Parlemen Kerajaan Inggris (UK).
"Saya sudah mengecek ke Parlemen, ke Sekretariat, tidak ada acara itu. Itu bukan acara Parlemen, melainkan individu anggota Parlemen, " kata Dindin saat dihubungi pada Jumat siang waktu London.

Dindin mengungkapkan dukungan individual itu bukanlah sikap resmi Parlemen UK. Mayoritas dari 650 anggota House of Commons atau Dewan Perwakilan Rakyat di Parlemen UK, baik dari Partai Konservatif yang kini berkuasa, maupun dari kalangan oposisi utama Partai Buruh, mendukung NKRI. Demikian pula mayoritas dari 850 anggota House of Lord, atau Majelis Tinggi.

Aksi-aksi serupa seperti mendirikan kantor perwakilan di Inggris pada 2013 juga pernah dilakukan pemimpin organisasi Papua Merdeka , Benny Wenda di Oxford, Inggris. Kantor yang disebut Benny sebagai perwakilan OPM itu adalah sebuah ruangan kecil di gedung dimana banyak lembaga non pemerintah (NGO) berkantor. "Dia lalu berfoto di depan gedung itu seolah-olah memiliki kantor perwakilan yang besar, padahal sebenarnya hanya menyewa sebuah ruangan kecil saja," kata Dindin.

Pada 2014, IPWP juga menggelar acara serupa di Brussel, Belgia. Tapi, Parlemen Uni Eropa pun menyatakan dukungannya terhadap NKRI, kata Dindin.

Berdasarkan situs IPWP, jumlah anggota parlemen yang mendukung gerakan OPM mencapai 95 orang dari sejumlah wilayah dan negara seperti Inggris, Australia, Belanda, Swedia, Selandia Baru, Swiss, Ceko, Kanada, Amerika Serikat, Komite Eropa, Skotlandia, Finlandia, Samoa, Kepulauan Solomon dan Vanuatu.

Menurut situs tersebut, anggota IPWP di Parlemen UK, dari Partai Konservatif antara lain Gary Streeter, Peter Bottomley, Bill Wiggin, Edward Vaizey, David Amess.

Adapun dari Partai Buruh terdapat nama-nama antara lain Andrew Smith, Jeremy Corbyn, Alan Whitehead, Michael Foster MP, Betty Williams, Andy Slaughter, Keith Vaz, Diane Abbott, Nick Brown, Anneliese Dodds.

Sejumlah anggota dari Partai Hijau atau Green Party juga masuk dalam daftar anggota IPWP. Dukungan juga diperoleh dari Uskup Oxford, John Pritchard. Lord Averbury, salah satu pendukung setia telah meninggal, Februari lalu. Selain Averbury , Lord Harries juga tercatat sebagai loyalis OPM.

 

(editor; SGT)

Read 428 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top