Tuesday, 02 September 2014 16:52

Romo Benny: Revolusi Mental adalah Pendidikan Karakter

Jakarta - Masalah intoleransi umat beragama yang tumbuh di banyak tempat secara substantif terbentuk akibat masih eksklusifnya pendidikan di Indonesia

 Sehingga, pendiri Setara Institute Romo Benny menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif di mana kebhinekaan adalah acuannya.

Revolusi mental yang digaungkan presiden terpilih Joko Widodo selama masa kampanye pemilihan umum presiden, kata Romo Benny, haruslah diwujudkan ke dalam pendidikan karakter dalam program pemerintahannya.

Romo Benny mengatakan, pemerintahan mendatang harus bisa merumuskan pendidikan karakter.

Salah satu contoh pendidikan budi pekerti yang sukses, katanya, terjadi pada masa Ki Hajar Dewantara. Pada masa itu pendidikan budi pekerti bisa membawa anak-anak menjadi orang yang bisa menyeimbangkan antara emosi dan rasio.

"Anak-anak dilatih dengan menulis halus. Orang menulis halus kan itu butuh ketelitian butuh ketekunan, butuh perasaan. Sekarang itu hilang. Jadi ketika pendidikan itu tidak menanamkan nilai-nilai kepekaan di situlah intoleransi muncul," katanya di Gedung DPD, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/9).

Jadi, menurut Romo Benny, ke depan Indonesia harus memiliki pendidikan agama ala Indonesia di mana semenjak awal anak-anak diajarkan tentang kebhinekaan.

"Sehingga orang memahami orang lain tanpa kecurigaan," imbuhnya.

 

 

dikutip dari beritasatu

Read 4581 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top