Thursday, 28 August 2014 13:20

Pembangunan Tol Laut Dilakukan Bertahap

JAKARTA – Realisasi rencana presiden terpilih, Joko Widodo, dalam pembangunan tol laut harus melalui beberapa tahapan, misalnya harus membenahi dan membangun infrastruktur laut seperti pelabuhan, sistem pelayaran, dan monitoring laut.

“Jadi tidak dapat langsung diterapkan,” kata peneliti dari Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Indonesia (LP3EI), Kadin Ina Primiana, dalam diskusi “Efek Tol Laut Jokowi-JK” di Jakarta, Rabu (27/8).

Menurut Ina, buruknya infrastruktur konektivitas di Indonesia harus segera dibenahi. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, fasilitas pelabuhan seperti kedalaman kolam sudah mencapai 16 meter, sementara di Indonesia baru berkisar 6–12 meter.

Selain itu, lanjutnya, saat ini ada lebih kurang 12 ribu kapal yang beroperasi, namun jumlah tersebut tidak sebanding dengan pelabuhan yang ada dan terbatasnya alternatif moda angkutan di pusat-pusat industri yang masih lebih banyak berada di wilayah barat daripada wilayah timur Indonesia.

Ina menambahkan tol laut Jokowi tersebut dapat diartikan sebagai jalur kapal-kapal besar yang menghubungkan pelabuhan utama di Indonesia, yang akan ada pelayaran rutin dari Sumatra ke Papua dan sebaliknya.

“Di antara lima kota besar yakni Medan, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Sorong, akan beroperasi kapal yang lebih kecil dan menghubungkan kota-kota di sekitarnya,” ujar Ina.

Dia mengatakan, oleh karena itu, harus dilakukan pembenahan, dan tol laut tidak bisa langsung diterapkan. Jika industri sudah tumbuh kembang dan pelabuhan memadai, baru dibutuhkan kapal besar dengan kapasitas 3.000 twenty-feet equipment units (TEUs).

“Tingginya biaya logistik menyebabkan disparitas harga bisa mencapai 80 persen, dan hal tersebut akibat dari buruknya infrastruktur konektivitas di Indonesia,” ucapnya.

Saat ini, struktur biaya angkutan laut barang lebih kurang 70 persen merupakan pengeluaran perusahaan pelayaran ada di bagian darat, seperti tarif pelabuhan, pergudangan, dan truk pengangkut. Sisanya ada di perjalanan laut seperti untuk operasional kapal, membayar kru, dan ongkos bahan bakar.

Seperti diberitakan, saat kampanye lalu, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla menyatakan akan membangun tol laut yang akan menggerakkan kapal besar untuk mengangkut barang-barang kebutuhan masyarakat hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

Menurut Jokowi, konsep tersebut dapat mengurangi beban biaya angkutan barang dikarenakan keefektifan akan meningkat yang mampu mengurangi beban biaya distribusi menggunakan jalur laut.

Dkutip dari koran-jakarta.com

Read 452 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top