Tuesday, 26 August 2014 10:47

Euforia Politik Habis, Rupiah pun Kembali Tertekan

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diproyeksikan kembali tertekan pada perdagangan Selasa (26/8/2014) ini. Kenaikan dollar AS secara global menggerus mata uang garuda, seiring pula hilangnya sentimen euforia kondisi politik pascasengketa pilpres di Tanah Air. 



Walaupun mayoritas data ekonomi AS diumumkan memburuk, dollar index masih di dalam tren penguatan. Tingginya permintaan aset safe-haven menjadi penyebab setelah Rusia bersikukuh mengirimkan langsung bantuan kemanusian kepada pemberontak Ukraina. 

Imbal hasil US Treasury 10 tahun pun tertekan hingga 2,38 persen akibat tingginya permintaan. Data business climate Jerman yang turun juga membantu penguatan dollar index.  Malam ini ditunggu data penjualan durable goods dan harga rumah AS yang keduanya diperkirakan membaik. 

Penguatan dollar AS menekan mata uang di Asia hingga Senin (25/8/2014) sore termasuk juga rupiah. Pelemahan itu juga diiringi oleh naiknya imbal hasil SUN 10 tahun serta aksi jual di IHSG. 

Riset Samuel Sekuritas Indonesia memerkirakan rupiah masih di kisaran Rp 11.700-11.750 per dollar AS dengan tendensi pelemahan.

Di pasar spot pagi ini, rupiah  kembali mengalami pelemahan. Hingga sekitar pukul 08.16 WIB, seperti dikutip dari dataBloomberg, mata uang garuda melemah ke posisi Rp 11.727 per dollar AS, atau turun 0,11 persen dibanding penutupan kemarin pada 11.714.

Read 423 times

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top