Saturday, 18 June 2016 00:00

BI: Utang Luar Negeri Naik USD3 Miliar

suarahatirakyat.com –Jakarta, Bank Indonesia (BI) melaporkan kenaikan utang luar negeri (ULN) menjadi 319 miliar dolar AS pada April 2016 atau naik 6,3 persen dibanding April 2015, sedangkan jika dibandingkan Maret 2016, utang bertambah tiga miliar dolar AS.

Dari publikasi Statistik ULN BI, kenaikan ULN itu sebagian besar karena jumlah ULN berjangka panjang dan ULN publik yang meningkat.

ULN berjangka panjang pada April 2016 mencapai 279,3 miliar dolar AS atau 87,6 persen dari total ULN, dengan pertumbuhan dari tahun ke tahun sebesar 8,3 persen. Pertumbuhan pada April lebih tinggi dari pertumbuhan Maret 2016 yang sebesar 7,9 persen.

Sementara ULN sektor publik tumbuh 15,7 persen atau meningkat dari maret yang tumbuh sebesar 14 persen. Meskipun demikian porsi ULN publik lebih kecil dibanding swasta yakni 48,2 persen atau 152,8 miliar dolar AS berbanding 51,8 persen atau 165 miliar dolar AS.

ULN swasta justru menurun lebih tajam dibanding Maret 2016 yakni 1,1 persen dibanding Maret sebesar 1 persen.

“Pada sektor swasta, posisi ULN pada April 2016 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,0 persen,” tulis BI.

Bank sentral memandang perkembangan ULN pada April 2016 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

BI akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta agar ULN dapat berperan optimal untuk mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko instabilitas makroekonomi.

Suarahatirakyat.com, Jakarta – Kemenangan Tingkok dalam berbagai Tender yang diadakan ditingkat daerah maupun nasional menimbulkan banyak pertanyaan, ada apa dan mengapa China selalu bisa memenangkan tender akhir-akhir ini. Bersaing dengan negara-negara lain seperti, Jepang, Jerman dan sebagainya, Tiongkok selalu berhasil memenangkan proses Tender.

Padahal kita  semua mengetahui, bahwa kualitas produksi Tiongkok tidak sebanding dengan kualitas produksi Jepang dan Jerman. Kualitas menentukan harga, harga yang diberikan Tiongkok ketika Tender berjalan memang dibawah harga dari yang diajukan Jepang dan Jerman, akan tetapi perbedaan harga tidak terlalu jauh. Tentunya kualitas jangan dipertanyakan, Jepang dan Jerman masih menguasai kualitas produksi jauh diatas Tiongkok.

Semenjak rezim Jokowi berkuasa memang kedekatan Indonesia dengan Tiongkok tidak bisa dibantahkan. Kedekatan Jokowi ini dimulai sejak ia menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta, background partai Jokowi yang mendukung pula kedekatan Jokowi dan Tiongkok.

Kemenangan Tiongkok akhir-akhir ini menuai banyak kontroversi, diantaranya;

Tender pengadaan Bus BKTB Transjakarta yang kemudian dimenangi oleh Tiongkok yang berhasil mengalahkan Mercedes Benz dari Jerman. Kemenangan tender ini pun memiliki banyak masalah, belakangan ini diketahui bahwa suku cadang Bus Tiongkok sudah berkarat sejak kedatangannya yang parahnya lagi sering terjadi Bus terbakar. Proyek tender ini pun dinilai koruptif dan merugikan keuangan negara.

Tender proyek kereta cepat yang kembali dimenangi oleh Pemerintah Tiongkok setelah bersaing dengan Jepang. Kualitas Jepang terkait teknologi jangan dipertanyakan lagi, kualitas Jepang sudah merambah ke Benua Eropa dan Diakui oleh Dunia. Akan tetapi Tiongkok kembali merebut tender kereta cepat yang sampai hari ini belum ada blue print yang jelas terkait pembangunan kereta cepat.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan Indonesia dengan Tiongkok?. Ada apa dengan rezim Jokowi?.(ER)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta tim transisi bentukan presiden terpilih, Joko Widodo, untuk melakukan kajian secara matang perihal rencana penghapusan subsidi bahan bakar minyak yang selama ini kerap disuarakan oleh tim Jokowi. "Kasihan dampaknya terhadap orang-orang yang selama ini kehidupannya tidak mencukupi," ujar CT di Kementerian Perikanan dan Kelautan, Selasa, 2 September 2014.

Tuesday, 02 September 2014 16:44

CT Belum Terima Undangan Tim Transisi

Jakarta: Menko Perekonomian Chairul Tanjung atau akrab disapa CT mengaku hingga hari ini belum menerima permintaan bertemu secara resmi dari Tim Transisi presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla.

JAKARTA --  Badan Pusat Statistik melaporkan, harga bahan pangan masih menjadi pemicu inflasi sebesar 0,47 persen di bulan Agustus. Bahan pangan tersebut yaitu ikan segar, beras dan daging ayam ras.

Tuesday, 02 September 2014 11:10

Jonan Juga Manusia

BeritaHebat - Kinerja bagus sebagai bos PT KAI, membuat Dirut PT KAI Ignasius Jonan menjadi buah bibir. Hal itu terutama ketika sejumlah media online menampilkan foto Jonan yang tertidur pulas di sebuah kursi di salah satu gerbong kereta api. Jonan dielu-elukan para 'aktivis' media sosial. Namanya disebut-sebut sebagai salah satu menteri dalam kabinet yang bakal dibentuk Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Monday, 01 September 2014 12:20

Masyarakat Indonesia, Siap-siap Diterjang Kenaikan Harga Featured

JAKARTA - Rakyat Indonesia harus bersiap menerima konsekuensi bila pemerintah baru  pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla benar-benar menaikkan  harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara bertahap mulai Rp 1.000 per liter hingga Rp 3.000 per liter.

Monday, 01 September 2014 11:47

Tol Laut Ala Jokowi Akan Digabung dengan KA Featured

SURABAYA--Konsep integrasi sistem logistik laut dan darat yang diusung Presiden terpilih Joko Widodo akan menggabungkan rute berlayar kapal dengan jaringan rel kereta api.

Jakarta - Ketimpangan pemerataan ekonomi di Indonesia memunculkan keteganagan sosial dalam masyarakat. Hal itulah yang digarisbawahi wakil presiden terpilih Jusuf Kalla.

Beritahebat.com - Presiden terpilih Joko Widodo memiliki pekerjaan rumah meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Ini harus dituntaskan untuk memuluskan pelaksanaan janjinya untuk menyetop impor, terutama pangan.

Media News

  • Most Popular
  • Latest
Top